Latest Entries »

Tawakal Po Tawakal?

Dialog Fiktif Di Sebuah Serambi Masjid

Salah satu tanda bergantung pada amal

adalah berkurangnya harapan tatkala gagal

(al Hikam (1), Ibn Atha’illah as Sakandari).

Suatu sore, sebelum jam buka puasa tiba, seorang anak muda kelihatan tengah curhat dengan Pakdenya. Mukanya kelihatan mengantuk, kayaknya bukan karena tadi malam i’tikaf deh. Memang dari sononya ngantukan gitu. Hari itu anak-anak TPA didikannya sedang outbond bersama remaja masjid yang lain, tak jauh dari masjid tempat mereka menunggu buka puasa. Sekarang, tinggallah dia dan Pakdenya larut dalam pembicaraan dewasa yang kelihatannya serius.

Katanya tawakal Le, mosok gitu aja mlempem?

krik…krik…krik…

Lha gimana to Pakde, saya sudah berikhtiar je. Bola-bali kok gagal lagi. Pripun Pakde?

Bocah..bocah.. Yang namanya tawakal itu kalau sudah ikhtiar kemudian gagal.. ya ikhtiar lagi. Ingat tawakal pada Gusti Allah, bukan tawakal pada amalmu sendiri. Kamu kuwi tawakal pada Allah opo tawakal pada amalmu?
View full article »

Iklan

Hari yang berat, Allah yang lebih tahu apa yang bergolak di hatinya. Dulu laki-laki ini dibesarkan di tengah-tengah istana kerajaan. Kini keadaannya jauh berbeda, seorang diri dia berada di negeri asing. Sendiri, tanpa rumah tinggal, tanpa harta benda, tanpa sanak saudara. Sambil merenung, laki-laki perkasa itupun berteduh di bawah rindangnya pohon. View full article »

Bila Cinta Harus Mengalah

Kisahnya begitu masyhur, karena Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri yang menuturkannya. Sampai kemudian Imam Bukhari dan Imam Muslim mencatatnya dalam kedua kitab shahih mereka dari riwayat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. Demikianlah, saat itu adalah masa pemerintahan seorang raja yang sekaligus rasul, khalifatullah Daud ‘alaihissalam.

_________________________________________________________________________________ View full article »

Sejarah Akan Berulang

 Suatu hari kamu akan tertawa bila teringat hari ini

التريخ يعيد نفسه

The history repeates itself (proverb)

Saat beberapa rekan kerja satu perusahaan mengisi libur akhir pekan dengan pergi jalan-jalan seputar Kuala Lumpur, saya sengaja memilih untuk tidak ikut bergabung. Ingin rasanya berdiam diri di penginapan sambil mencari inspirasi untuk menulis. Beberapa bulan terakhir ini, saya telah kehilangan semangat untuk menulis. Kalau ini dibiarkan bisa-bisa pikiran menjadi beku dan wawasan menjadi sempit. Maka laptop dinas itupun saya aktifkan. Karena tidak ada jaringan internet, kumpulan ebook yang berbulan-bulan terlantar tanpa dilirik itu akhirnya terbaca juga. Alhamdulillah, akhirnya saya mendapatkan momen untuk mengingat masa lalu, mengevaluasi diri, dan merenungkan kembali cita-cita masa depan yang belum tercapai. Ya beginilah, akhir-akhir ini rasanya pikiran-pikiran negatif itu terlalu dibiarkan menguasai. Pesimis, tidak mood, sedih, gundah gulana, menu harian di kantor yang harus segera diganti.

Ternyata eh ternyata, kondisi sekarang ini mirip keadaan saat sma kelas dua dan tahun ke dua kuliah. Saat itu, kelas caturwulan I kelas dua sma, saya berhasil masuk empat besar. Sama sekali tidak menggembirakan karena rangking itu bukanlah empat besar teratas melainkan empat besar dari belakang. Ini adalah titik nadir prestasi belajar saya selama sma. Kontradiktif dengan posisi saya sebagai seorang ketua umum organisasi sains klub. View full article »

Ada yang bilang, tinggalkan saja dunia ini demi akhiratmu. Ah.. yang benar saja?! Bukankah tidak termasuk kebaikan orang yang meninggalkan dunia untuk akhiratnya sebagaimana tidak termasuk kebaikan pula orang yang meninggalkan akhirat untuk dunianya?! Sungguh benar ma’rifat seorang yang pertama kali mengatakan: “Ya Allah jadikanlah dunia di tanganku dan jadikan akhirat di hatiku” View full article »

“Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur..” [1]

-Allahu Ghoyatuna – Ar Rasul Qudwatuna – Al Qur’an Dusturuna –

-Al Jihadu Sabiluna – Al Mautu Fi Sabilillah Asma Amaniyna-

DOWNLOAD: Biografi dan Karomah Syuhada Jihad Bosnia

Saat tanda-tanda kedatangan futur mulai terbaca, ada baiknya seorang mukmin berhenti sejenak. Saat motivasi hidup menjadi kabur dan komitmen awal meluntur, ada baiknya setiap pejuang mengambil jeda. Berhenti sejenak dan mengambil jeda bukan berarti berhenti beramal, namun seorang mukmin harus pandai-pandai membaca kapan semangatnya perlu disegarkan kembali. Berhenti sejenak dan mengambil jeda bukan berarti tanda menyerah, tapi justru di sana ada penjagaan terhadap  bara semangatnya. View full article »