Category: Manhaj Harokah


Iklan

“Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur..” [1]

-Allahu Ghoyatuna – Ar Rasul Qudwatuna – Al Qur’an Dusturuna –

-Al Jihadu Sabiluna – Al Mautu Fi Sabilillah Asma Amaniyna-

DOWNLOAD: Biografi dan Karomah Syuhada Jihad Bosnia

Saat tanda-tanda kedatangan futur mulai terbaca, ada baiknya seorang mukmin berhenti sejenak. Saat motivasi hidup menjadi kabur dan komitmen awal meluntur, ada baiknya setiap pejuang mengambil jeda. Berhenti sejenak dan mengambil jeda bukan berarti berhenti beramal, namun seorang mukmin harus pandai-pandai membaca kapan semangatnya perlu disegarkan kembali. Berhenti sejenak dan mengambil jeda bukan berarti tanda menyerah, tapi justru di sana ada penjagaan terhadap  bara semangatnya. Baca lebih lanjut

PENGANTAR PERJUANGAN

(60 tahun Indonesia Merdeka)

merdeka

Mahasiswa adalah komponen penting dalam struktur kemasyarakatan. Secara keilmuan dia adalah orang yang lebih terdidik dibandingkan dengan yang lain. Karena keilmuan inilah, mahasiswa memahami apa yang tidak dipahami oleh masyarakat awam. Mahasiswa adalah orang yang paling tidak merasa nyaman ketika berada di dalam sistem kehidupan masyarakat yang tidak beres. Dan sudah sewajarnya ia menginginkan dan mengusahakan terjadinya perubahan ke arah yang lebih baik. Sehingga siapapun yang menyandang predikat mahasiswa pastilah memiliki potensi menjadi agen perubahan.

Ada banyak ketidakberesan di tengah masyarakat kita mulai dari ketidakberesan moral dan perilaku masyarakat, ketidakberesan hukum dan peradilan, hingga ketidakberesan dalam sistem kehidupan dan pemerintahan. Dan mahasiswa wajib merubahnya menuju sistem hidup yang sempurna dan lebih baik.

Tapi mungkin saja mereka yang berpikiran picik dan pengecut akan mengatakan bahwa itu semua hanyalah ilusi yang sedang menyelimuti mahasiswa. Karena toh tugas yang paling penting bagi mahasiswa adalah belajar, belajar, … dan belajar. Adalah kesalahan besar bagi mereka yang membatasi hidupnya hanya di dalam ruang kuliah dan laboratorium saja. Tanpa niat dan usaha untuk merubah ketidakberesan di segala bidang di tengah-tengah masyarakat, bisa jadi mereka hanya akan digerakkan oleh pemegang kebijakan saja, misalnya dosen, rektor, pemimpin yang korup, atau bahkan negara tiran seperti Amerika. Tidak ada bedanya dengan robot yang diatur. Yang penting hidupnya makmur, orang lain terserah.

Hanya saja seorang mahasiswa bukanlah apa-apa bila dibandingkan dengan kerumitan persoalan publik yang demikian kompleksnya. Sehingga mau tidak mau ia harus bergabung bersama kelompok masyarakat yang sejalan perjuangannya. Dengan kata lain dia harus berorganisasi. Permasalahan kemasyarakatan dan kenegaraan tidak mungkin diselesaikan secara perseorangan, dan tidak juga dengan kerumunan orang saja. Tetapi lebih dari itu segala permasalahan harus diselesaikan dalam kelompok yang terstruktur, solid, terencana dan bertahap. Bisa jadi dia tidak beranggotakan orang yang serba bisa, namun dengan positioning yang tepat bukan tidak mungkin cita-cita perubahan akan dapat dicapai.

Beginilah seharusnya mahasiswa berperan di tengah-tengah masyarakatnya. Jangan takut mencoba hal-hal yang positif karena orang bijak mengatakan: “Kegagalan adalah sesuatu yang bisa kita hindari dengan: tidak mengataka apa-apa, tidak melakukan apa-apa, dan tidak menjadi apa-apa”.

Selanjutnya terserah Anda.

19 Agustus 2005, 8.00 wib

disusun dalam rangka tugas kepemanduan Sonik 2005,

Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada