Memang seperti itu dakwah. Dakwah adalah cinta. Dan cinta akan meminta semuanya dari dirimu. Berjalan, duduk, dan tidurmu. Bahkan di tengah lelapmu, isi mimpimu pun tentang dakwah. Tentang umat yang kau cintai.

(Syaikhut Tarbiyah KH. Rahmat Abdullah)

Ada satu pelajaran berharga untuk setiap ikhwan-akhwat aktivis dakwah yang terjadi di masa Syaikh Abdul Qadir al Jilani. Sebagaimana telah masyhur diketahui, beliau adalah salah seorang ulama kharismatik ahli thariqah sunniyah yang terkenal dengan karamahnya. Sampai-sampai Syaikh Izzuddin bin Abdissalam, ulama besar madzhab Syafi’i, mengatakan: “Tidak pernah kita mendengar karamah seseorang secara mutawatir kecuali karamah Syaikh Abdul Qadir al-Jilani.”

Begini kisahnya. Sepeninggal gurunya, Syaikh Abdul Qadir berniat memperluas dan membangun ulang madrasah peninggalan sang guru. Maka umat pun menyambut antusias keinginan beliau sehingga orang-orang kaya lantas menyumbangkan hartanya untuk pembangunan madrasah. Orang-orang faqir juga tak ingin kehilangan kesempatan beramal dengan mencurahkan tenaganya. Para pengikut syaikh Abdul Qadir benar-benar menunjukan pengorbanan dalam perjuangan dakwah sang syaikh. Baca lebih lanjut