Barangkali Allah memberimu maka Dia menolakmu, dan bisa jadi dia menolakmu maka dia memberimu. Maka saat terbuka untukmu pintu pemahaman tentang penolakan-Nya, berubahlah penolakan itu menjadi pemberian.

[al Hikam 83-84, Ibn Atha’illah as Sakandari]

Saat Cita Harus Tertunda.

Seringkali kita berdoa memohon pada Allah untuk suatu perkara. Tidak kurang satu dua kali, bahkan ada yang kemudian dirutinkan pada saat-saat tertentu. Tidak cukup sendiri, malah orang lain juga diminta ikut berdoa. Orang tua dalam sholat dan munajat mereka, bahkan teman yang sedang umrah ataupun haji pun ikut dititipi pesan untuk melantunkan doa yang sama. Tidak ada maksud lain, selain harapan agar Allah segera mengabulkan permohonan itu.

Ketika berada dalam masa penantian terkabulnya satu doa tidak jarang kita berandai-andai. Alangkah indahnya jika permohonan itu terkabul sekarang juga. Pertanyaannya, apakah semuanya benar-benar akan indah bila doa terkabul saat itu juga? Baca lebih lanjut