Suatu hari kamu akan tertawa bila teringat hari ini

التريخ يعيد نفسه

The history repeates itself (proverb)

Saat beberapa rekan kerja satu perusahaan mengisi libur akhir pekan dengan pergi jalan-jalan seputar Kuala Lumpur, saya sengaja memilih untuk tidak ikut bergabung. Ingin rasanya berdiam diri di penginapan sambil mencari inspirasi untuk menulis. Beberapa bulan terakhir ini, saya telah kehilangan semangat untuk menulis. Kalau ini dibiarkan bisa-bisa pikiran menjadi beku dan wawasan menjadi sempit. Maka laptop dinas itupun saya aktifkan. Karena tidak ada jaringan internet, kumpulan ebook yang berbulan-bulan terlantar tanpa dilirik itu akhirnya terbaca juga. Alhamdulillah, akhirnya saya mendapatkan momen untuk mengingat masa lalu, mengevaluasi diri, dan merenungkan kembali cita-cita masa depan yang belum tercapai. Ya beginilah, akhir-akhir ini rasanya pikiran-pikiran negatif itu terlalu dibiarkan menguasai. Pesimis, tidak mood, sedih, gundah gulana, menu harian di kantor yang harus segera diganti.

Ternyata eh ternyata, kondisi sekarang ini mirip keadaan saat sma kelas dua dan tahun ke dua kuliah. Saat itu, kelas caturwulan I kelas dua sma, saya berhasil masuk empat besar. Sama sekali tidak menggembirakan karena rangking itu bukanlah empat besar teratas melainkan empat besar dari belakang. Ini adalah titik nadir prestasi belajar saya selama sma. Kontradiktif dengan posisi saya sebagai seorang ketua umum organisasi sains klub.

Hal yang sama juga saya rasakan memasuki pertengahan tahun kedua. Tiga semester berturut-turut indeks prestasi saya hanya dua koma sekian. Sedih rasanya melihat teman-teman nilainya bagus sementara nilai sendiri ala kadarnya. Apalagi saat muhasabah nilai akademis di forum liqo’at oleh murabbi. Beban mental tersendiri. Katanya aktivis dakwah yang harus memberi teladan prestasi, tapi kok nilainya memprihatinkan. Saya ingat betul, di dua masa itu saya mengalami disorientasi cita-cita dan kehilangan fokus belajar.

Sekarang ini, memasuki tahun kedua masa kerja, ternyata saya mengalami hal yang sama persis dengan masa sma dan kuliah saya. Saya merasa kehilangan semangat bekerja yang seharusnya menjadi modal saya dalam berkarir. Disorientasi dan kehilangan fokus. Ya, akhirnya saya menyadarinya juga. Kadang diri ini ingin menyalahkan orang lain, tetapi kalau dilihat seksama kesalahan tidak sepenuhnya berasal dari luar. Karena itu, saya tidak boleh menyalahkan janji-janji oknum management yang tidak ditepati atau subyektivitas performance appraisal atas kinerja saya di perusahaan ini. Saya juga tidak bisa mengkambinghitamkan mismanagement dan keberadaan orang yang kurang beritegritas dalam proyek yang sedang saya kerjakan ini. Pun saya harus belajar bersabar bila saya menjadi tertuduh untuk kesalahan yang tidak saya lakukan. Kalau mau berkata jujur, memang saya kecewa. Tapi ini tentu saja tidak boleh berlarut-larut. Saya harus bangkit dari keterpurukan ini.

Satu hal yang membuat saya optimis, lompatan besar prestasi justru setelah mengalami saat-saat terburuk. Di caturwulan II kelas 2 sma peringkat kelas saya naik 25 tingkat dari rangking caturwulan sebelumnya. Begitu pula di semester 4, mulai saat itu indeks prestasi melompat menjadi lebih bermartabat. Saya ingat betul, tidak ada pengurangan kegiatan saat bangkit dari kondisi menyedihkan itu, bahkan justru ada penambahan kegiatan. Beberapa waktu setelah kejatuhan prestasi di sma, saya justru menjadi lebih aktif berorganisasi. Sedang setelah krisis ipk saat kuliah, saya justru memasuki kelas tamhidi ma’had bahasa Arab dan dirosah Islamiyah. Saya sadar, untuk membalik kondisi hanya perlu perubahan niat dan paradigma saja. Dan itu telah tiba saatnya. Sekarang ini. Di tanah pengasingan.

Bismillah, semoga Allah mudahkan tidak lama lagi dengan langkah tegap, wajah terangkat, dan muka cerah penuh semangat untuk mengatakan terima kasih, senang bekerja sama dengan anda semua teman-temanku. Laa haula wa laa quwwata illa billah, tiada daya dan upaya melainkan dari Allah. Terima kasih pula untuk orang-orang yang saya cintai, selama ini mereka menjadi alasan untuk tetap bertahan dan berjuang.

Batch 2, ‘let’s reinvent the wheel‘!

Tanah pengasingan, 11 – 12 Juli 2010

Ruang tengah A-11-10, Blok A Casa Indah 1 Condominums lantai 11

Persiaran Surian Damansara Indah Resort Homes

Petaling Jaya, Selangor Darul Ehsan

* gambar dari:

http://filsafat.kompasiana.com/2010/02/17/ini-kiblatku-itu-kiblatmu-aturlah-kiblat-kita-masing-masing/