Ada yang bilang, tinggalkan saja dunia ini demi akhiratmu. Ah.. yang benar saja?! Bukankah tidak termasuk kebaikan orang yang meninggalkan dunia untuk akhiratnya sebagaimana tidak termasuk kebaikan pula orang yang meninggalkan akhirat untuk dunianya?! Sungguh benar ma’rifat seorang yang pertama kali mengatakan: “Ya Allah jadikanlah dunia di tanganku dan jadikan akhirat di hatiku”

Memang..

Shadaqah, infaq, zakat, menuntut ilmu, menikah, apalagi pergi haji ke baitullah.. semua perlu bagian dari dunia akh!  Lihatlah para shahabat Nabi Muhammad Sallallahu ‘alaihi wa sallam, rumah ada, kendaraan punya, pembantu siap (isterinya shalihah lagi). Jangan lupa, diantara mereka ada yang biasa berinfaq harian dengan dinar emas. Lha kita??

Memang..

Kita tidak akan pernah puas menikmati dunia. Sedikit tidak cukup, banyak pun masih kurang. Dua gunung emas sudah di tangan, masih mencari pula yang ketiga. Lelah.. dikejar-kejar pun tidak akan pernah mendapatkan ketentraman.

Sebenarnya..

Boleh saja kita memiliki dunia, asal jangan mencintainya. Karena cinta dunia membuat kita lupa bagian akhirat kita. Karena cinta dunia membuat kita melalaikan jihad.

Karena itu.. Taruh saja di tanganmu, jangan di hatimu.

Renungan otak kiri di kamar kost yang akan ditinggalkan pergi sebulan ke negeri seberang

Setiabudi, 10 April 2010 Siang