Sore itu, saya begitu penasaran ketika menerima notifikasi dari yahoo! messenger. Yohang, ketua umum KSAI Al Uswah, baru saja men-share satu link artikel di dakwatuna yang berjudul Pengangguran Haraki via plurk, sebuah jejaring sosial. Subhanallah, taujih berbobot, really touching. Kesan yang langsung hadir waktu itu adalah tersindir, teringatkan, sekaligus terbakar semangat berharokahnya. Taujih yang padat tetapi penuh dengan hujaman makna. Andai ada yang mau men-syarah taujih ini, tentu penjelasan akan cukup untuk diterbitkan menjadi sebuah buku. ^_^

Ada satu poin yang cukup paling membekas di hati saya. Entah karena lucu atau karena lugasnya. Tertulis dalam artikel itu “Di antara penghancur tekad adalah mimpi yang terlalu jauh dan senang bersantai-santai. Angan-angan hendaklah diiringi amal, jika tidak, ia hanyalah sekedar mimpi yang terpulang kepada pemiliknya. Suatu hari Alhasan al-bashri melihat seorang pemuda yang bermain-main dengan batu kecil sambil berdoa, “Ya Allah, nikahkan aku dengan bidadari”, maka Alhasan berkata, “Anda adalah pelamar yang paling buruk, melamar bidadari dengan modal main-main batu kecil!” Saya sendiri seakan jadi bingung membacanya, mau tertawa atau menangis. Tertawa karena mimpi si pemuda yang bermain-main dengan batu kecil itu, atau menangis karena ternyata saya merasa tidak lebih baik dibanding dengan pemuda itu.

Mahar untuk bidadari jelas tidak murah, hanya mereka yang masuk dalam barisan syuhada’ yang mampu membayarnya.

“Seorang yang mati syahid diberi enam perkara pada saat tetesan darah pertama mengalir dari tubuhnya: semua dosanya diampuni (tertebus), diperlihatkan tempatnya di surga, dinikahkan dengan bidadari, diamankan dari kesusahan kedahsyatan yang besar (pada hari kiamat), diselamatkan dari siksa kubur dan dihiasi dengan pakaian keimanan. [HR. Bukhari]”

Al mautu fiy sabilillah, asma amaaniyna. Ah, rasanya masih banyak yang harus dilakukan. Kurikulum tarbiyah askariyah yang gak jalan itu perlu diimplementasikan. Sepertinya masih perlu banyak tarbiyah jasadiyah serta harus juga mulai mengenal tadrib asykari.

Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. [QS: al Anfal (8):60]

Ok lah bro, bersiap siagalah. Kumpulkan mahar untuk bidadari. Sekian pengantar riyadhah. Oiya, menu tarbiyah jasadiyah pagi ini adalah lari pagi dengan rute: masjid uswah afaf sma 3 -> apotik setia budhi -> menara duta -> telkomsel -> four season -> dukuh atas -> masjid al ‘amal trus jalan lagi sampai masjid uswah. Semangat.. Semangat!!!

Setiabudi, Pagi 17 Desember 2009

(red: Thank you Yohang untuk sharing-nya)