Cerita Dari Balik Layar

Kiamat??

Saat-saat mendekati launching film “2012”, mendadak berbagai forum diramaikan dengan perbincangan mengenai hari kiamat. Kantor tempat kerja, kost, milis, blog, berita TV, infotainment, semua ramai membahas film 2012, dan juga hari kiamat. Penggemar film dan animasi, artis, netters, bahkan beberapa ustadz dan aktivis dakwah pun ikut-ikutan membicarakan fenomena 2012 ini. Traffic blog ini juga ikut meningkat karena beberapa postingan di blog ini berkaitan dengan hari kiamat. So banyak juga yang akhirnya nyasar ke blog ini dengan search terms yang berkaitan dengan kiamat.

Demikianlah perbincangan itu pun mulai ramai menghiasi media. Berbagai argumen ilmiah, sok ilmiah, maupun yang tidak ilmiah babar blas dipaparkan sebagai bumbu pembicaraan. Ahli astrofisika, arkeolog, sampai peramal pun dikutip perkataannya. Ramalan bangsa Maya, yang diklaim sebagai sumber informasi kiamat dunia pada tahun 2012, pun menjadi ikut-ikutan populer. Apakah benar bangsa Maya mengatakannya secara eksplisit? Ataukah hanya konspirasi dari pemilik modal agar film ini laris manis. Au ah, gelap. Tapi for your information, baca saja artikel Bahkan Bangsa Maya Pun Muak Dengan Kiamat 2012 ini sebagai perbandingan. Saya sendiri mencoba tidak ikut latah membicarakan “kiamat 2012” ini. Bagi saya ini terlalu spekulatif.

Setengah bulan lalu, seorang teman akrab bertanya apa pendapat saya tentang kiamat 2012 ini. Waktu itu, sempat juga dia ceritakan tentang lamaran.. eh maaf.. ramalan yang menjadi hot news di kelasnya. Katanya ramalan dari seorang paranormal wanita tersohor di negeri yang banyak penduduknya irrasional ini. Ah, apa pula ini. Cukuplah bagi kita berita Nubuwwah Nabi Muhammad SAW tentang kiamat ini, kira-kira begitulah jawaban saya. Oh, rupanya pertanyaannya tentang kiamat 2012 itu hanyalah merupakan pembuka pertanyaannya tentang perhitungan umur umat Islam dan tahun kedatangan Imam Mahdi yang presentasinya dikirimkan ke email saya empat hari kemudian. Pembaca boleh juga mengunduh berkasnya di sini.

Saya sendiri baru sempat membacanya sekitar seminggu kemudian. Kesibukan coding(1) dan menyusun EJB Mapping(2) (afwan.. bahasa alien) membuat saya tidak sempat membaca dan merenungkannya. Sampai akhirnya ada waktu juga untuk membacanya.

Membaca presentasi itu, saya teringat awal-awal saya kuliah dulu. Saat itu bulan ramadhan 1424 H, terjadi gerhana bulan dan gerhana matahari dalam satu bulan yang sama. Konon berdasar “hadist Nabi”, dua gerhana dalam bulan ramadhan merupakan tanda kedatangan imam mahdi. Begitulah yang saya dengar dari obrolan aktivis muda di mushola fakultas. “Kalo datang Imam Mahdi berarti hampir kiamat dong, buat apa kuliah?” Seperti itulah saya mencoba menarik kesimpulan. Tiba-tiba saja, walau masih dalam bulan madu kuliah, semangat mahasiswa baru-nya hilang entah ke mana. Belakangan saya baru tahu bahwa “hadist” dua gerhana yang menjadi tanda kedatangan Imam Mahdi adalah sebagai berikut:

Ad-Daruquthni berkata: Telah menceritakan padaku Abu Said Al-Istokhri, telah menceritakan pada kami Muhammad bin Abdulloh bin Naufal, telah menceritakan pada kami Ubaid bin Yaisy dari Yunus bin Bakir dari Amr bin Syamir dari Jabir dari Muhammad bin Ali ia berkata:

Sesungguhnya Mahdi kita itu mempunyai dua tanda yang tidak pernah terjadi semenjak Allah s.w.t menjadikan langit dan bumi. Bulan gerhana pada malam pertama bulan Ramadhan kemudian matahari pun gerhana pada pertengahan bulan Ramadhan itu. Kedua tanda ini tidak pernah terjadi semenjak Allah s.w.t. menjadikan langit dan bumi. (Sunan Ad Daraqutni Vol. 2 hal. 65)

Ternyata eh ternyata, “hadist” ini bukan sabda Nabi SAW, melainkan perkataan Muhammad bin Ali saja (seorang tabi’i cucu Ibnu Abbas ra), sehingga tidak dapat dijadikan hujjah. Lebih-lebih lagi, di sanadnya terdapat Amr bin Syamr al-Ju’fi yang menurut ahli hadist dianggap sebagai munkarul hadist.

Nah, back to topic ya, presentasi itu lebih menarik perhatian saya untuk kembali mengkaji bahasan hari kiamat dan kedatangan Imam Mahdi daripada film 2012. Saya menganggap ada yang harus diluruskan agar kita tidak kehilangan motivasi belajar dan bekerja ketika membaca presentasi ini. Lantas apa hubungannya dengan cinta? Untuk yang ini, saya jadi ingat saat-saat para asatidz(3) ma’had yang tidak jemu-jemunya menyemangati kami.. hayya thulab.. inna al qiyamah qaribah, fa tazzawwaju sari’an(4), kira-kira begitu. Mendengarnya, para mutazzawij(5) pun tertawa. Kami para uzzab(6) hanya bisa tersenyum-senyum saja. Tapi seorang thalib(7) dari Xinjiang hanya bisa geleng-geleng kepala saja, dia terlalu heran pembicaraan di ma’had kok sering mengarah ke bahasan zawwaj(8) ini. Ini yang tidak dijumpainya di negerinya. Bahas fiqh thaharah, kok ujung-ujungnya bahas zawwaj. Bahas adab, eh kembalinya juga ke bahasan zawwaj. Ah, semua kok mengarah ke situ. Trus kadang-kadang dikaitkan dengan kiamat. Lho??!

Jadi, maksudnya apa nih? Apakah artikel Kiamat? Mari sejenak bicara cinta kita! ini ujung-ujungnya adalah masalah zawwaj juga? Hehe.. afwan ikhwan dan akhwat fillah, untuk ini antum harus baca artikel ini secara lengkap. Nanti antum tau sendiri lah. Yang jelas insyaAllah fokus saya dalam tulisan ini adalah kritik dalil tentang umur umat Islam dan kedatangan Imam Mahdi yang ada di presentasi tadi, serta apa yang sebenarnya harus kita lakukan.

Alhamdulillah, setelah hampir seharian mencari, akhirnya saya menemukan salah satu artikel di maktabah syamilah yang berbicara dalam masalah ini. Teman-teman yang berminat membacanya dapat mengunduh di sini. Ok lah, para pembaca semuanya, nantikan posting selanjutnya. InsyaAllah.

Setiabudi, 12 Dzulhijjah 1430H

(1) nama lain untuk aktivitas programming

(2) berkas yang harus disusun sebagai dokumentasi program

(3) jamak / plural dari kata ustadz

(4) ayolah santri (mahasiswa), sungguh kiamat (sudah) dekat,  menikahlah kamu segera.

(5) orang yang sudah menikah

(6) jamak/plural azib: bujangan

(7) santri (mahasiswa), singular/mufrad

(8) pernikahan