bunga_mawar_merah

Pengantar

Pernikahan adalah saat-saat yang paling berarti dalam sejarah hidup anak manusia. Dalam kesempatan tak terlupakan itu, ijinkanlah kami, saudara-saudaramu di jalan Allah, turut mengungkapkan kebahagian kami dengan sebuah taushiyah sederhana.

Kami menyakini bahwa antuma berdua lebih baik daripada sebagian kami. “Barangsiapa menikah (beristeri) maka dia telah melindungi (menguasai) separo agamanya..” (HR. Al Hakim & Ath-Thahawi) Karunia Allah berupa kesempatan menyermpurnakan dien menjadi bukti bagi kami betapa Dia telah memilih, menyucikan, dan mengutamakan antuma berdua.

Demikianlah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah mempunyai karunia yang besar (1)

Walaupun begitu, ijinkanlah kami menyampaikan beberapa baris taushiyah karena ini adalah bagian dari upaya kami melaksanakan firman-Nya:

“..(kecuali) yang saling bertaushiyah supaya menaati kebenaran dan bertaushiyah supaya menetapi kesabaran”. (2)

‘Ala kulli hal, kami berharap taushiyah ini menjadi pelengkap saat-saat indah bulan madu pernikahan penuh barakah ini (insya Allahu Ta’ala).

TAUSHIYAH PERNIKAHAH

Menjadi lebih manis dunia dan seisinya, bilamana hambaNYA yang mendapat keutamaan melantunkan pengakuan bahwa segala pujian hanya milik Allah belaka. Karena apa yang di sisiNYA adalah kekal, sedangkan selainNYA akan lenyap. Ungkapkan kesyukuran atas karuniaNYA:

“dan keduanya mengucapkan: “Segala puji bagi Allah yang melebihkan kami dari kebanyakan hamba-hambanya yang beriman.” (3)

Pernikahan membuka babak baru kehidupan manusia. Ada begitu banyak hal baru yang belum pernah ditemui sebelumnya. Sangatlah arif mempertimbangkan ungkapan seorang bijak yang berkata: “janganlah lekas-lekas ditelan sesuatu karena manisnya, dan jangan pula cepat-cepat dimuntahkan sesuatu karena pahitnya”.

” Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (4)

Tuhan..

Saat aku menyukai seorang teman

Ingatkanlah aku bahwa akan ada sebuah akhir

Sehingga aku tetap bersama Yang Tak Pernah Berakhir

Cinta, kasih sayang, dan pernikahan benar-benar indah, sebaik-baik keindahan dunia. Namun bukan suatu hal yang menguntungkan bila ia membuat kita malah lupa, bahwa kita hidup di dunia ini ibarat pengembara saja.

Tuhan…

Jika aku hendak mencintai seseorang

Temukanlah aku dengan orang yang mencintai-MU

Agar bertambah kuat cintaku padaMU

Cinta telah menjadi ada alasan untuk tetap hidup tegar berjuang di dunia ini. Semoga Allah memberi rahmatnya yang berlimpah pada Nabi Daud AS ketika beliau berdoa:

اللهم إني أسألك حبك و حب من يحبك و حبا يبلغنى حبك

“Wahai Allah sesungguhnya aku memohon kepadaMU cintaMU, dan cintanya orang-orang yang mencintaiMU, dan segala cinta yang menyampaikan aku pada cintaMU” (HR. Al Hakim)

Tuhan..

Ketika aku sedang jatuh cinta

Jagalah cinta itu

Agar tidak melebihi cintaku padaMU

Allah berfirman:

Katakanlah: “Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.” (5)

Sebagaimana orang bijak berucap

Mencintai seseorang bukanlah apa-apa

Dicintai seseorang adalah sesuatu

Dicintai oleh orang yang kau cintai sangatlah berarti

Tapi dicintai oleh Sang Pecipta ialah segalanya

Kami memohon pada Allah dengan setulus hati semoga dengan pernikahan ini Allah lebih mencintai antuma berdua dan antuma berdua lebih mencintaNYA. Moga Dia berkenan memberikan barokahNYA dalam pernikahan ini, karena kami yakin pernikahan ini dilangsungkan karena mengharap ridhoNYA (insya Allah).

Barangsiapa menikahi seorang wanita karena memandang kedudukannya maka Allah akan menambah baginya kerendahan, dan barangsiapa menikahi wanita karena memandang harta-bendanya maka Allah akan menambah baginya kemelaratan, dan barangsiapa menikahinya karena memandang keturunannya maka Allah akan menambah baginya kehinaan, tetapi barangsiapa menikahi seorang wanita karena bermaksud ingin meredam gejolak mata dan menjaga kesucian kehormatannya atau ingin mendekatkan ikatan kekeluargaan maka Allah akan memberkahinya bagi isterinya dan memberkahi isterinya baginya. (HR. Bukhari)

Akhirnya, semoga akhuna Joko dimudahkan menjadi nahkoda bahtera rumah tangga terbaik, memuliakan istri dan mencintainya yang bila cinta itu di atasnya akan ia menaungi dan bila cinta itu di bawahnya akan menyangga.

Sebaik-baik kamu adalah yang terbaik terhadap keluarganya, dan aku adalah yang terbaik dari kamu terhadap keluargaku. Orang yang memuliakan kaum wanita adalah orang yang mulia, dan orang yang menghina kaum wanita adalah orang yang tidak tahu budi. (HR. Abu ‘Asaakir).

Demikian pula ukhtuna Arum, semoga dimudahkan menjadi sebaik-baik perhiasan dunia bagi keluarganya, taat kepada suami dengan sebaik-baik ketaatan.

Sesungguhnya dunia seluruhnya adalah benda (perhiasan) dan sebaik-baik benda (perhiasan) adalah wanita (isteri) yang sholehah. (HR. Muslim)

بارك الله لكما و بارك عليكما و جمع بينكما بالخير

Markaz Da’wah Nurul Haq, 3 Jumadil ‘Ula 1429 H

Ihwatukuma fillah

Kelompok Studi Amaliah dan Ilmiah Al Uswah 2003

(Disunting ulang dari ucapan selamat dalam pernikahan Joko TL (STAN Akuntansi 03) dan Arum P (FKU UGM 03))

(1) (QS. 62:4)

(2) (QS. 103:3)

(3) (QS. 27:15)

(4) (QS. 2:216)

(5) (QS.  9:24)