Al Masih Ad Dajjal, Satu dari Sepuluh Ciri Besar Kiamat.

futihaDari Khuzarfah in Asiid al Ghifari, ia berkata: “Nabi SAW pernah datang di saat kami sedang berbincang-bincang. Beliau bertanya: “Apa yang kalian sedang perbincangkan?” Mereka menjawab: “Kami sedang memperbincangkan hari kiamat.” Beliau bersabda: “Hari kiamat itu tidak akan datang hingga kalian menyaksikan sepuluh tanda sebelumnya.” Lalu beliau menyebutkan asap, dajjal, binatang melata, terbitnya matahari dari tempat terbenamnya, turunnya Isa ibnu Maryam ‘alahissalam, ya’juj dan ma’juj, munculnya tiga gerhana; gerhana di timur, gerhana di barat, dan gerhana di jazirah Arab, dan yang terakhir api yang keluar dari Yaman yang mengusir manusia ke tempat berkumpulnya (mahsyar).” HR. Muslim (2901)

 

 Fitnah Terbesar Sepanjang Zaman.

Tidak ada penciptaan yang lebih besar sejak penciptaan Adam hingga datangnya hari kiamat selain Dajjal.  (HR. Muslim (8/207), Al Hakim (4/528), Ahmad (4/20) dari Hisyam bin Amir) 

Para Nabi Memperingatkan Umatnya Tentang Dajjal.

“Sesungguhnya aku memperingatkan kalian tentang Dajjal itu. Tidak ada seorang nabi pun kecuali telah memperingatkan umatnya (Sungguh Nabi Nuh telah memperingatkan ummatnya perihal itu). Akan tetapi, aku akan mengatakan suatu ungkapan yang belum ada seorang nabi pun sebelumku mengatakannya kepada kaumnya (ketahuilah) bahwa Dajjal itu juling, sedangkan Allah tidak juling”. HR. Bukhari (13/80-81) dan tambahan di dalam kurung HR. Muslim (8/193) dari Abdullah ibn Umar)

 Tidak ada seorang nabi pun kecuali telah memperingatkan umatnya tentang si juling yang pendusta, dan ketahuilah bahwa Dajjal itu juling, sedangkan Tuhanmu tidak juling. Tertulis di antara kedua matanya -Dajjal-  Ka Fa Ra (mampu dibaca oleh setiap muslim). (HR. Bukhari (13/85) dan tambahan di dalam kurung dari HR. Muslim (8/195) dari Anas ibn Malik)

 

Saat-Saat Sebelum Kemunculan Dajjal.

Dajjal tidak akan muncul hingga manusia lupa mengingatnya dan hingga imam-imam tidak lagi menyebutnya lagi di atas mimbar. (Berkata Al Haitsami (majma az Zawaid (7/335) diriwayatkan oleh abdullah ibnu Ahmad dari riwayat Biqiyah dari Shafwan ibn Amr. Hadist ini shahih sebagaimana ibnu Ma’in dan Biqiyyah katakan, dan rijalnya terpercaya).

“Sesungguhnya tiga tahun sebelum kemunculannya, langit menahan sepertiga hujannya pada tahun pertama dan bumi menahan sepertiga tumbuhannya. Pada tahun kedua, langit menahan dua pertiga hujannya dan bumi dua pertiga tumbuhannya. Pada tahun ketiga langit menahan seluruh isinya, demikian pula bumi menahan segala isinya hingga binasa setiap yang memiliki geraham dan kuku (mahluk hidup)…” Ditakhrij oleh Abdurrazaq: al Mushannaf (11/391/20821), ath Thayalisi (2/217/2775), Imam Ahmad (6/452), Hambal ibn Ishaq: al Fitan (45/1-2 dan 46/1), Ibnu Asakir: at Tarikh (1/616/617). Ibn Katsir berkata: Sanad hadist ini tidak bermasalah (laa ba’sa bihi).

 

Fitnah Dajjal

“..Sesungguhnya fitnahnya yang paling besar adalah ia berkata kepada kaum Arab Baduwi, ‘Bagaimana pendapat kamu jika saya menghidupkan untamu yang besar dan gemuk, serta berekor panjang lagi memamah biak. Apakah kamu akan mengakui bahwa saya adalah tuhanmu?’ Nabi berkata: “Lalu ia (si Arab baduwi) pun menjawabnya, ‘Ya.’ Lalu Nabi SAW berkata, ‘Kemudian syetan-syetan menyerupai (dalam bentuk untanya lalu ia pun mengikuti Dajjal). Nabi SAW berkata: “Dia (Dajjal) mengatakan sesuatu kepada seseorang: “Bagaimana pendapatmu jika saya menghidupkan bapak, saudara, dan ibumu? Apakah kau akan mengakui saya sebagai Tuhanmu?’ Nabi SAW berkata: maka ia (seseorang yang ditanya Dajjal tadi) menjawab, Ya. Nabi SAW berkata: Kemudian syetan menyerupai (dalam bentuk ayah, saudara, dan ibunya maka orang itu pun mengikuti Dajjal)”. Ditakhrij oleh Abdurrazaq: al Mushannaf (11/391/20821), ath Thayalisi (2/217/2775), Imam Ahmad (6/452), Hambal ibn Ishaq: al Fitan (45/1-2 dan 46/1), Ibnu Asakir: at Tarikh (1/616/617). Ibn Katsir berkata: Sanad hadist ini tidak bermasalah (laa ba’sa bihi).

“Aku memperingatkan pada kalian tentang fitnah Dajjal. Tidak ada seorang nabi pun kecuali telah memperingatkan kaum dan umatnya. Sesungguhnya (Dajjal) itu ada, ia berambut keriting, mata kirinya juling, dia mampu menurunkan hujan dan tidak menumbuhkan tumbuhan, dia mampu menguasai jiwa seseorang lalu membunuhnya, kemudian menghidupkannya kembali dan tidak mampu lagi untuk menguasai yang lain. Dia membawa perumpamaan surga dan neraka, sungai, air, dan gunung khubuz (roti). Sesungguhnya surganya adalah neraka dan nerakanya adalah surga. Dia akan tinggal bersama kalian selama 40 subuh (pagi). Ia menjaga sumber air (sumur). (Ia akan pergi ke semua tempat) kecuali empat masjid; masjid Haram, masjid Madinah, Thur, dan masjid al Aqsa. Jika hal itu menyulitkan kalian atau yang sepertinya, sesungguhnya Allah SWT tidaklah juling.”  Hadits ini telah ditakhrij oleh Imam Ahmad (51434 dan 435), Imam Hambal (954/2-5512). Al Albani berkata, “Sanadnya shahih.

 “Dajjal keluar pada saat agama mulai melemah dan ilmu pengetahuan tidak lagi digubis. Ia akan tinggal dan berjalan di bumi selama 40 hari. Sehari bagaikan setahun, setahun bagaikan sebulan, dan sehari bagaikan satu Jum’at (satu minggu). Kemudian seluruh harinya seperti harimu ini. Dia juga memiliki himar yang ditungganginya. Lebar antara kedua telinganya adalah 40 hasta. Dia berkata pada semua orang, ‘Saya adalah Tuhanmu’. Dia itu juling, sedangkan Tuhanmu tidaklah juling. Tertulis di antara kedua matanya: kafara yang terbaca oleh segenap mukmin yang mampu menulis dan yang tidak mampu menulis. Dia akan menjaga semua air dan sumbernya, kecuali Madinah dan Makkah yang telah Allah haramkan keduanya untuknya, dan malaikat berdiri di depan pintu-pintunya. Dia juga membawa gunung yang terbuat dari khubuz (roti). Manusia berada dalam keadaan susah kecuali bagi yang mengikutinya. Dia juga mempunyai dua sungai -saya (Nabi SAW) lebih tahu tentang keduanya dari dia (Dajjal)- satu sungai dikatakannya sebagai surga, dan satu sungai dikatakannya sebagai neraka. Barangsiapa yang memasuki apa yang ia namai surga, maka itu adalah neraka. Barangsiapa yang memasuki apa yang ia namai neraka, maka itu adalah surga. Kemudian Allah mengutus bersamanya syetan-syetan yang mampu berbicara kepada manusia. Dia membawa fitnah yang besar. Dia memerintahkan langit untuk menurunkan hujannya, maka turunlah hujan itu dan disaksikan oleh orang-orang. Dia membunuh satu jiwa kemudian menghidupkannya, hal itu disaksikan oleh orang-orang. Dia tidak akan mampu menguasai makhluk lain selain manusia. Dia berkata: Wahai manusia, tidak ada yang mampu berbuat seperti ini kecuali Tuhan Azza Wa Jalla..” Ditakhrij oleh Imam Ahmad (3/367-368), Ibnu Khuzaimah: at Tauhid (hal 31-32), dan Imam al Hakim (4/530). Berkata al Hakim: Shahih isnad, dan disepakati oleh adz Dzahabi.

 Dajjal itu juling mata kirinya, rambutnya keriting, membawa surga dan neraka. Nerakanya adalah surga dan surganya adalah neraka. Ditambahkan dalam satu riwayat “Barangsiapa yang memasuki sungai milik Dajjal, maka pahalanya akan hancur dan wajib menanggung beban dosanya. Barangsiapa memasuki nerakanya maka ia mendapatkan pahala dan dosanya akan terhapus.” HR Muslim (8/195), Ibn Majah (2/506), Ahmad (5/397) dan (5/403). Dishahihkan al Hakim (4/443) dan disepakati oleh adz Dzahabi.

Hadis riwayat Abu Said Al-Khudri ra., ia berkata: Suatu hari Rasulullah saw. pernah bercerita kepada kami suatu cerita panjang tentang Dajjal. Di antara yang beliau ceritakan kepada kami adalah: Ia akan datang tetapi ia diharamkan memasuki jalan-jalan Madinah, kemudian ia tiba di tanah lapang tandus yang berada di dekat Madinah. Lalu pada hari itu keluarlah seorang lelaki yang terbaik di antara manusia atau termasuk manusia terbaik menemuinya dan berkata: Aku bersaksi bahwa kamu adalah Dajjal yang telah diceritakan Rasulullah saw. kepada kami. Dajjal berkata: Bagaimana pendapat kalian jika aku membunuh orang ini lalu menghidupkannya lagi, apakah kamu masih meragukan perihalku? Mereka berkata: Tidak! Maka Dajjal membunuhnya lalu menghidupkannya kembali. Ketika telah dihidupkan, lelaki itu berkata: Demi Allah, aku sekarang lebih yakin tentang dirimu dari sebelumnya. Maka Dajjal itu hendak membunuhnya kembali, namun ia tidak kuasa melakukannya.  (Shahih Muslim No.5229)

 

Pengikut dan Pembela Dajjal

“Dajjal akan turun di lembah air Murqonah’ ini, maka orang yang datang kepadanya kebanyakan kaum wanita, sehingga seseorang akan pergi menemui sahabat karibnya, ibunya, anak perempuanya, saudara perempuannya, dan kepada bibinya untuk meneguhkan hatinya karena kuatir mereka akan pergi menemui Dajjal.”  (Musnad Ahmad (7:190) dengan tahqiq Ahmad Syakir, dan beliau berkata, “Isnadnya shahih.”)

Dajjal akan diikuti oleh orang-orang Yahudi Ashfahan sebanyak tujuh puluh ribu orang yang mengenakan jubah tiada berjahit.” (Shahih Muslim. Kitabul Fitan wa Asyrotis Sa’ah, Bab Fi Baqiyyah Min Ahaadiitsid Dajjal 18: 85-86))

 

Agar Selamat Dari Fitnah Dajjal.

Barangsiapa yang menghafal sepuluh ayat pertama dari surah al Kahfi, maka akan terlindung dari fitnah Dajjal. (HR. Imam Muslim dari Abu Darda’)

Barangsiapa mendengar berita tentang Dajjal, maka hendaknya ia menjauhinya. Demi Allah, seseorang akan didatanginya dan ia mengira bahwa ia adalah seorang mukmin lalu ia mengikutinya. Dan ia membawa hal yang samar (syubhat). Ditahrij oleh Hanbal bin Ishaq di al Fitan Juz 1 hal 12 dari Imran bin Hushain.

Dajjal datang dan menginjakkan kakinya di bumi kecuali di Makkah dan Madinah. Lalu ia mendatangi Madinah, tetapi dia mendapati setiap celahnya ada barisan malaikat. HR. Syaikhain dari Anas bin Malik

 

Turunnya Al Masih Isa Ibn Maryam Dan Akhir Kisah Al Masih Dajjal.

Rasulullah shalallhu ‘alaihi wasallam bersabda: “Isa bin Maryam akan turun di Menara Putih sebelah timur Kota Damaskus.” HR Thabrani dari Aus bin Aus Ats-Tsaqafi.

 Allah tidak pernah menurunkan ke bumi sejak penciptaan Adam hingga terjadinya hari kiamat, sebuah fitnah yang lebih besar dari fitnah Dajjal. Aku telah mengatakan suatu perkataan yang belum pernah seorang pun mengatakannya sebelumku. Dia itu adalah dari golongan manusia dengan rambut keriting, mata kirinya buta, di atas mata kanannya ada alis yang tebal, dan dia mampu menyembuhkan kebutaan dan penyakit belang-belang, dan ia akan berkata: “Aku adalah tuhanmu.” Maka barangsiapa yang mengatakan: “Tuhanku adalah Allah” maka tidak akan terjadi fitnah pada dirinya. Dan barangsiapa yang mengatakan: “Engkau (dajjal) adalah tuhanku” maka dia akan tertimpa fitnah. Dia akan bersama kalian sesuai kehendak Allah. Kemudian Allah mengutus Isa ibn Maryam untuk membenarkan agama yang dibawa oleh Muhammad SAW, selaku imam yang memberi petunjuk, hakim yang adil, lalu ia (Isa) akan membunuh Dajjal. HR. ath Thabrani (al Kabir dan al Ausath) 

Dari Aisyah ra: (Rasullullah SAW datang padaku sedangkan aku sedang menangis. Beliau bertanya kepadaku, “Apa yang membuatmu menangis?” Aku menjawab: “Wahai Rasulullah, engkau menyebutkan Dajjal maka aku menangis.” Maka Rasulullah SAW bersabda: “Jika Dajjal datang dan aku masih hidup, maka cukuplah aku menjadi pelindung bagi kalian. Jika Dajjal itu muncul setelah (kematian)ku, maka sesungguhnya Tuhanmu tidaklah juling. Dia -Dajjal- akan muncul pada golongan Yahudi Ashfahan hingga mendatangi Madinah dan turun dari sisinya. Pada hari itu madinah memiliki tujuh pintu. Di setiap celah dari padanya terdapat dua malaikat. Keluarlah kepada Dajjal penduduk Madinah yang jahat, hingga mendatangi Palestina di pintu Ludd, maka turunlah Isa AS membunuh Dajjal. Kemudia nabi Isa AS menetap di bumi selama 40 tahun sebagai seorang imam (pemimpin) yang adil dan hakim (penengah) yang jujur”). HR. Ibn Hibban (1905), Ahmad (6/75) dishahihkan Al Albani.

 Dari Ummu Salamah istri Nabi SAW: “Aku menyebutkan Dajjal pada suatu malam, maka aku tidak bisa tidur. Ketika menjelang pagi, Rasulullah datang padaku dan aku ceritakan peristiwa itu padanya. Beliau SAW berkata:”Jangan lakukan, karena jika dia muncul dan aku masih hidup, maka Allah cukup menjadikanku sebagai pelindung bagi kalian. Jika dia muncul setelah aku meninggal, maka Allah akan menjadikan kaum yang shalih sebagai pelindung kalian.”” HR. ath Thabrani dan rijalnya terpercaya. Adz Dzahabi berkata: “Sanadnya kuat.”

 

Nabi Isa, Imam al Mahdi dan Para Pembelanya.

Kamu akan memerangi semenanjung Arabia, lalu Allah akan menaklukannya untukmu. Setelah itu Persia, dimana Allah akan menaklukannya untukmu. Kemudian Rum, dimana Allah akan menaklukannya untukmu. Kemudian kamu akan memerangi Dajjal, dimana Allah akan menaklukannya untukmu. (HR. Muslim, Ahmad, dan Ibn Majah).

Jabir bin Abdullah berkata, “Saya mendengarkan Rasulullah bersabda, ‘Umatku tidak akan berhenti berperang untuk membela yang benar hingga datang hari kiamat’. Rasulullah lalu bersabda, ‘Kemudian, turunlah Isa bin Maryam dan pemimpin mereka berkata, ‘Ke sinilah dan pimpinlah kami dalam sembahyang’, namun dia akan berkata, ‘Tidak! Sebab sebagian kalian adalah pemimpin untuk sebagian yang lain, sebagai penghormatan Allah terhadap umat ini'”  (HR Muslim)

Beruntunglah orang yang hidup sesudah Isa, beruntunglah orang yang hidup sesudah Dajjal, diizinkannya langit untuk meneteskan (airnya), dan diizinkan bumi untuk tumbuh. Seandainya kamu tebarkan biji-bijimu di atas tanah, pasti akan tumbuh. Bukan kebencian, hasud dan permusuhan. (Ash-Shahihah: 1926)