Wada’an yaa syahra ramadhan..

nh-005

Ramadhan sebentar lagi akan berlalu. Bulan yang penuh berkah ini telah menjadi tempat mengisi perbekalan bagi orang-orang sholeh dalam menghadapi sebelas bulan berikutnya. Mereka, orang-orang yang sholeh itu, begitu bergembira ketika menyambut datangnya, dan bersedih ketika harus berpisah dengannya. Berbeda dengan mereka, bulan ramadhan ini juga akan meninggalkan barisan-barisan orang celaka. Dalam tafsir Ibnu Katsir atas surat al Isra’:23 dari sahabat Anas RA dikisahkan pada suatu ketika Rasulullah SAW naik mimbar dan sekonyong-konyong mengatakan amin, amin, amin. Para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah mengapa engkau mengucapkan amin” Rasulullah berkata: “Jibril telah mendatangiku kemudian ia berkata: “Wahai Muhammad, Celaka dan menyesal orang-orang yang disebutkan namamu kepadanya kemudian tidak bersholawat atas engkau. Katakanlah Amin!”. Maka akupun berkata:”Amin”. “Celaka dan menyesal orang yang masuk kepadanya bulan Ramadhan kemudian keluar darinya sedangkan dia belum diampuni Katakanlah Amin!”. Maka akupun berkata:”Amin”. “Celakah dan menyesal orang yang telah tumbuh dewasa sedangkan kedua orang tuanya atau salah satunya masih hidup (pada masa tua mereka), dan itu tidak menyebabkan masuk surga (dengan amal bakti / ketaatan kepada mereka). Katakanlah Amin!”. Maka akupun berkata:”Amin”. (Hadist yang serupa juga diriwayatkan dalam Musnad Ahmad: 7139 dari sahabat Abu Hurairah, dan Sunan at Tirmidizi: 3468 dengan status hasan gharib).

Semoga kita bukan termasuk mereka yang tidak dapat mengambil manfaat dari Ramadhan sehingga mereka tidak diampuni. Justru kita berharap, semoga Allah mengekalkan amal sholeh Ramadhan ini dengan istiqomah, sehingga sehabis Ramadhanpun amal kita tetap terpelihara. Tidak di Ramadhan saja, di bulan lain pun kita tetap sholat fardhu di masjid, berpuasa sunnat, dan sholat malam. Amin.

Kita belum tahu, apakah masa kita ini ada masa-masa akhir zaman. Namun Rasulullah SAW bersabda: “Bersegeralah kalian melakukan amal shalih sebelum datang fitnah (ujian) yang seperti potongan-potongan malam gelap gulita” (Musnad Ahmad 4:408, Shahih menurut al Albany). Masa-masa sebelum kiamat adalah masa penuh cobaan. Duhai, sayang seribu sayang, bila Ramadhan tidak bermanfaat bagi perbaikan diri. Andai orang-orang mengerti bahwa kiamat telah mendekat.

Markaz Da’wah Nurul Haqq, Akhir bulan Ramadhan 1426 H