Laki-Laki Yang Dipilih Allah

•Februari 9, 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar

“Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur..” [1]

-Allahu Ghoyatuna – Ar Rasul Qudwatuna – Al Qur’an Dusturuna -

-Al Jihadu Sabiluna – Al Mautu Fi Sabilillah Asma Amaniyna-

DOWNLOAD: Biografi dan Karomah Syuhada Jihad Bosnia

Saat tanda-tanda kedatangan futur mulai terbaca, ada baiknya seorang mukmin berhenti sejenak. Saat motivasi hidup menjadi kabur dan komitmen awal meluntur, ada baiknya setiap pejuang mengambil jeda. Berhenti sejenak dan mengambil jeda bukan berarti berhenti beramal, namun seorang mukmin harus pandai-pandai membaca kapan semangatnya perlu disegarkan kembali. Berhenti sejenak dan mengambil jeda bukan berarti tanda menyerah, tapi justru di sana ada penjagaan terhadap  bara semangatnya. Lanjutkan membaca ‘Laki-Laki Yang Dipilih Allah’

Semalam Di Malaysia -Sebuah Catatan Perjalanan- (2)

•Februari 5, 2010 • & Komentar

Menuju Negara Maju

Ada beberapa parameter untuk mengukur tingkat kemajuan suatu negara (sok ilmiah mode ON). Tingkat pendidikan warga negaranya, stabilitas pemerintahan dan demokratisasi rakyat, besar pendapatan penduduk per tahun serta pemerataan distribusinya, derajat kesehatan penduduk serta kemudahan akses terhadap fasilitas kesehatan, penggunaan teknologi informasi dan komunikasi, keteraturan tata kota dan wilayah, dan kelancaraan sistem transportasi. Ada yang kurang ya? Tambahin sendiri aja dech.. ^^ Nah, rupanya dengan parameter-parameter tersebut (selain dalam demokratisasi rakyat), kita harus jujur mengakui secara umum Malaysia saat ini relatif lebih maju dari kita. Memang bisa saja kita beralasan bahwa negara kita jauh lebih besar dan heterogen dibanding Malaysia, sehingga tidak mudah mengelolanya. Ini kok prolognya panjang banget.. Intinya apa neh? Hehe.. Sabar para pembaca. Ok lah kalo begitu, to the point saja ya, dalam tulisan ini saya ingin sedikit berbagi pengalaman selama bertugas di sono (red: menjadi TKI musiman ^^) terutama seputar perjalanan perdana saya menuju Petronas Twin Tower. Lanjutkan membaca ‘Semalam Di Malaysia -Sebuah Catatan Perjalanan- (2)’

Jangan Pernah Berhenti Berharap

•Februari 4, 2010 • & Komentar

Wahai jiwaku..

Tidak tahukah kamu, siapapun dia yang bercita-cita meraih kemenangan, suka tidak suka dia harus bersiap menantang segala rintangan.  Mengharap jalan ini datar tanpa tanjakan adalah seperti mengharap purnama bersinar di akhir bulan. Sungguh hasil yang diraih sebanding dengan pengorbanan yang dicurahkan. Karena itu telah menjadi fitrah penciptaan, cita-cita yang tinggi menuntut totalitas perjuangan. Sama saja menjadi orang beriman maupun orang kafir, semuanya harus berpayah-payah dahulu sebelum meraih kemenangan.

“Jika kamu menderita kesakitan, maka sesungguhnya merekapun menderita kesakitan pula sebagaimana kamu menderitanya, sedang kamu mengharap dari Allah apa yang tidak mereka harapkan”. [1] Lanjutkan membaca ‘Jangan Pernah Berhenti Berharap’

Semalam di Malaysia -Sebuah Catatan Perjalanan- (1)

•Januari 4, 2010 • & Komentar

Bersafarlah niscaya kan kau dapati ganti orang yang kau tinggalkan,

bersungguh sungguhlah karena kenikmatan hidup ada setelah keletihan.

[al Imam asy-Syafi'i]

Perjalanan Tak Diduga

Saat hampir semua teman kantor telah mempersiapkan daftar acara liburan akhir tahun, saya sendiri tidak mempersiapkannya selain ingin mengisinya dengan membaca dan sedikit menulis. Namun pertanyaan direct leader hari  itu sepertinya telah merubah semuanya. “Apakah kamu mahu dihantar ke KL (red: Kuala Lumpur) untuk testing satu bulan full, tapi belum lagi tau untuk satu atau dua bulan?”, katanya. Tidak perlu waktu lama untuk berfikir panjang, saya pun mengiyakan saja. “OK bang, saya mahu”, saya jawab. Lanjutkan membaca ‘Semalam di Malaysia -Sebuah Catatan Perjalanan- (1)’

Catatan Tentang Perhitungan Umur Umat Islam (bag ke 3 dari 6 tulisan)

•Desember 30, 2009 • & Komentar

Tentang Pendapat Al Hafidz Ibn Hajar

Presentasi perhitungan umur umat Islam ini mengutip pendapat Ibn Hajar untuk menguatkan argumennya. Ada baiknya kita mengenal lebih dekat al Hafidz Ibn Hajar, baru kemudian melanjutkan pembahasan dalil beserta argumennya yang diklaim berasal dari pendapat beliau berkaitan dengan sisa umur umat Islam. Ibn Hajar al ‘Asqalani merupakan ulama ahli hadist dari madzhab Syafi’i yang menulis kitab Fath al-Bari sebagai syarah (penjelasan) kitab shahih Bukhari dan disepakati sebagai kitab syarah yang paling detail yang pernah dibuat. Kualitas kitab Fath al-Baari telah diakui dan mu’tabar di kalangan ahlu sunnah. Sebagai gambaran, ketika penulis kitab Nailul Authar, Al-Allamah Syaikh Muhammad bin Ali as-San’ani asy-Syaukani -wafat tahun 1255 H- diminta menulis kitab Syarah Shahih Bukhari, beliau malah mengutip sebuah hadits “La hijrata ba’dal fathi” sebagai bentuk ungkapan tidak adanya kitab syarah shahih Bukhari yang lebih baik dari Fathul Bari. Lanjutkan membaca ‘Catatan Tentang Perhitungan Umur Umat Islam (bag ke 3 dari 6 tulisan)’

Download Majmu Rosail Al Imam Asy Syahid Hasan Al Banna

•Desember 19, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Majmu’ Rosail al Imam asy Syahid Hasan al Banna

Majmu’ Rosail (kumpulan surat-surat) merupakan salah satu peninggalan paling monumental dari Imam asy Syahid Hasan al Banna. Kitab ini  kemudian menjadi dasar manhaj al Ikhwan, yang menunjukkan identitas dan fikrahnya. Dari kitab inilah akan dikenal manhaj aqidah, manhaj ibadah, serta manhaj harokah al Ikhwan al Muslimun yang sebenarnya.

Berikut ini link download untuk kitab Majmu Rosail:

Majmu Rosail (Indonesian Version)

Majmu Rosail (Arabic Version)

Sungguh Allah Beserta Kita

•Desember 18, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

hijrah

Seribu empat ratus tiga puluh satu tahun sudah, Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan perjalanan bersejarah itu. Bersama seorang shahabat terkasih, Abu Bakr ash Shidiq, hari itu beliau bersembunyi di gua Tsur. Kisah hijrah ini sendiri memiliki berbagai sisi i’tibar yang kadang terlewatkan. Tentang keutamaan shahabat Abu Bakr ash Shidiq radhiallahu ‘anhu, misalnya. Inilah dia, seorang shahabat yang kemuliaanya diakui langsung dengan wahyu langit. Lanjutkan membaca ‘Sungguh Allah Beserta Kita’